Menu

Alasan Samsung Buka Toko Online Sendiri

0 Comment

Jakarta – Penetrasi internet yang kian meluas membuat masyarakat makin doyan berbelanja online.

Demikian tertuang dalam riset yang dilakukan Statista dan Eshopworld. Mereka mendapati 80{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1} pengguna internet di seluruh dunia membeli barang secara online.

“Hanya saja di Indonesia baru mencapai 36{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1},” kata Sintar Nyotowijoyo, Online Business Senior Manager Samsung Eletronics Indonesia di Jakarta (15/1/2019).

Kendati masih belum begitu besar, tapi sudah memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan e-Commerce di Indonesia.

“Rata-rata pertumbuhan e-Commerce 21{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1}. Di 2022 nanti pasar e-commerce Indonesia mencapai USD 14,4 miliar,” papar Sintar.

Menggeliatnya internet pun ikut berdampak pada pertumbuhan bisnis online Samsung. Tidak tanggung-tanggung peningkatannya mencapai 62{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1}.

Guna makin memaksimalkan bisnis online, Samsung pun membuka toko online sendiri. Kehadirannya diharapkan makin memberikan kemudahaan konsumen mendapatkan perangkat ponsel idamannya.

Tapi layanan bernama Samsung.com Store itu tidak untuk bertarung melawan e-commerce atau market place yang sudah ada. Toko online Samsung ini hanya untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen.

“Ini menjadi alternatif. Saat masyarakat tengah mencari informasi produk di situs Samsung, mereka dapat membelinya langsung di sana saat itu,” kata Sintar.

Ke depan, toko onlinenya ini akan dikembangkan menjadi online to offline (O2O). Sehingga diharapkan konsumen makin dimudahkan lagi.

“Arahnya memang ke O2O ke depannya,” pungkas Sintar. (afr/fyk)