Menu

Bos Huawei Tak Mau Jadikan Putri Sendiri sebagai Suksesornya

0 Comment

Shenzhen – Meng Wanzhou, yang sedang ditahan di Kanada, memang merupakan petinggi Huawei sekaligus putri dari pendiri perusahaan. Tapi hal itu rupanya takkan membuat dirinya jadi bos besar Huawei di masa depan.

Hal itu dikatakan langsung oleh Ren Zhengfei, pendiri dan CEO Huawei, dalam salah satu topik wawancaranya dengan sejumlah media yang dikutip detikINET dari Nikkei.

Ren Zhengfei, yang kini berusia 74 tahun, menyebut putrinya tersebut memang punya kualitas tertentu. Tapi itu tak lantas membuat Meng Wanzhou, yang kini berposisi sebagai chief financial officer (CFO) di Huawei, akan menjadi suksesornya di masa depan.

“Suksesor saya sudah pasti bukanlah Meng Wanzhou,” kata Ren Zhengfei.

“Meng Wanzhou punya bakat di bidang manajemen dan komunikasi, sedangkan suksesor saya mestinya lebih memiliki latar belakang teknikal, punya gambaran di dalam pasar, dilengkapi dengan pemikiran strategis mengenai sosiologi dan filosofi.”

“Suksesor saya tidak akan merupakan sesosok orang melainkan sekumpulan orang-orang,” tuturnya.

Dalam wawancara tersebut, Ren Zhengfei juga mengaku sangat terkejut dengan penangkapan putrinya di Kanada, walaupun enggan bicara lebih lanjut perihal tersebut mengingat penyelidikan sedang berlangsung.

Saat ini Meng Wanzhou berstatus sebagai tahanan rumah di Kanada seraya menunggu proses ekstradisi ke AS. Pihak AS pula yang meminta Kanada untuk menahan perempuan 46 tahun itu karena menuduhnya menggunakan anak perusahaan Huawei bernama Skycom untuk menghindari sanksi terhadap Iran antara 2009 dan 2014. Pemerintah China ikut berang atas perlakuan AS dan Kanada terhadap Meng.

(krs/krs)