Menu

Dua Kali Obral iPhone SE, Apa Tujuan Apple?

0 Comment

Jakarta – Belum lama ini, Apple ketahuan memasukkan iPhone SE ke laman “clearance sale” di dalam situs resminya. Menariknya, hal tersebut masih tetap dipertahankan oleh vendor tersebut sampai saat ini.

Perusahaan asal Cupertino, California, Amerika Serikat itu pertama kali mengobral iPhone SE pada 19 Januari lalu. Pada kesempatan itu, seluruh stok yang tersedia habis diborong pembeli.

Nah sejumlah laporan menyebut bahwa Apple kembali melakukan hal yang sama baru-baru ini. Hasilnya pun sama, tulisan “out of stock” tertera pada status ketersediannya, walau barang yang disediakan tidak disebutkan.


Lantas, apa sebenarnya tujuan Apple mengobral iPhone SE sampai dua kali? Padahal, ponsel tersebut sejatinya sudah disetop penjualannya sejak September 2018, menyusul kehadiran trio ponsel baru, yaitu iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR.

Satu teori yang beredar adalah, Apple memanfaatkan kegiatan cuci gudangnya itu untuk mengumpulkan data terkait dengan popularitas dan permintaan terhadap iPhone SE. Informasi tersebut bahkan disebut lebih berharga ketimbang nilai penjualan yang didapat, mengingat angkanya mungkin tidak seberapa.

Sekadar info, ada dua varian iPhone SE yang disediakan oleh Apple berdasarkan besaran memori internalnya, yaitu 32 GB dan 128 GB. Untuk pilihan pertama, harganya USD 249 (Rp 3,5 juta) setelah mendapat potongan harga sebesar USD 100.

Dua Kali Obral iPhone SE, Apa Tujuan Apple?iPhone SE. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Sedangkan versi 128 GB dibanderol senilai USD 299 (Rp 4,2 juta), atau turun USD 150 dari harga aslinya. Ada warna rose gold, abu-abu, emas, dan perak yang tersedia, baik itu untuk versi 32 GB maupun 128 GB.

Dari situ, Apple bisa melihat bagaimana kebiasaan orang dalam mengunjungi website mereka dan apa saja yang mereka cari di sana. Dengan traffic yang terkumpul, sangat memungkinkan bagi Apple untuk bisa memahami bagaimana caranya meluncurkan iPhone harga murah tanpa memakan penjualan ponsel yang kelasnya high-end.

Meski demikian, mengharapkan kelahiran iPhone SE generasi baru tentu terasa seperti impian kosong. Sepanjang 2018, begitu banyak bocoran mengenai iPhone SE 2 yang katanya bakal sangat mirip dengan iPhone X, dengan notch dan akan diluncurkan bersama iPhone XS. Sebagaimana kita ketahui, tidak ada dari informasi-informasi tersebut yang tepat sasaran.

Walau demikian, tidak ada salahnya untuk tetap mempertahankan harapna tersebut. Data dari Mixpanel pada awal tahun ini menunjukkan bahwa penjualan iPhone XR, ‘ponsel budget’ Apple menunjukkan pergerakan yang positif. Ia bahkan sudah mengalahkan iPhone XS, dan sedang mengarah untuk menyalip iPhone XS Max.

Secara garis besar, minat untuk iPhone kelas menengah masih hidup. Tinggal bagaimana Apple bisa membuat iPhone SE 2, jika memang benar-benar dibuat, menjadi ponsel yang digemari banyak orang dan membantu mendongkrak penjualan smartphone mereka yang tengah lesu.

Bukan tidak mungkin, iPhone SE 2 dapat mengulang sukses pendahulunya yang disebut-sebut sebagai ponsel terbaik buatan perusahaan pimpinan Tim Cook itu. Yang jelas, kita masih harus memberikan Apple waktu untuk mencari cara bagaimana melahirkan generasi lanjutan dari iPhone SE. (mon/afr)