Menu

‘Harga Paket Data Indonesia Sudah Murah, Tak Positif buat Industri’

0 Comment

Jakarta – Operator seluler di Indonesia belakangan jor-joran menawarkan paket data internet dengan harga murah. Hal itu justru tak positif buat industri telekomunikasi.

Ketua Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (MASTEL) Kristiono membeberkan, saat ini harga data pada tahun 2018 adalah Rp 0,015/kb. Jauh lebih murah dibandingkan Rp 1/kb pada tahun 2010. Tren penurunan terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Turunnya harga tersebut justru mendorong pertumbuhan pendapatan yang diperoleh dari data internet di Indonesia hanya sebesar 5{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1}.

“Penurunan harga data per giga itu jauh lebih kencang dari efisiensi di industri. Apalagi kemudian dibebani dengan servis yang memakan bandwith,” jelas Kristiono saat acara Selular Business Forum di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).

Hal ini diamini oleh Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia Ririek Adriansyah. Ia mengungkap bahwa saat ini harga paket data internet di Indonesia sudah termasuk yang paling murah di dunia dan hanya kalah dari India.

Menurutnya harga yang kelewat murah ini kelihatannya bagus, tapi dalam jangka panjang justru tidak membantu pertumbuhan. Ia pun menyebut bahwa harga paket data yang terus menurun mengakibatkan menurunnya performa industri telekomunikasi di tahun 2018.

“Tahun 2018 memang tidak begitu menggembirakan. Estimasi saya pertama kali dalam sejarah, industri telekomunikasi tumbuh di angka -6,4{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1},” jelas Ririek.

Untuk itu, ia berharap pada tahun 2019 harga paket data akan menjadi lebih rasional sehingga industri telekomunikasi bisa tumbuh kembali ke angka positif.

“Kalau harga data ini lebih rasional itu juga diharapkan akan mempengaruhi. Satu rupiah saja itu revenuenya bisa 15{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1},” pungkasnya.

(vim/krs)