Menu

Kanada Gandeng Nokia di Tengah Kisruh dengan Huawei

0 Comment

Jakarta – Kanada mengumumkan kontrak sebesar USD 30 juta (Rp 424 miliar) dengan Nokia. Kontrak ini akan difinalisasi setelah Menteri Inovasi Kanada Navdeep Bains bertemu dengan CEO Nokia Rajeev Suri di ajang World Economic Forum.

Dilansir detikINET dari Bloomberg, Jumat (25/1/2019), juru bicara Bains mengatakan pendanaan ini ditujukan untuk mendukung riset teknologi 5G Nokia di Kanada. Nokia juga akan mengembangkan tool keamanan siber untuk melindungi jaringan operator di Kanada.

Beberapa perusahaan teknologi lain sebelumnya menjadi kandidat kuat untuk proyek pembangunan teknologi 5G di Kanada. Selain Nokia, ada pula Huawei dan Ericsson.

Pendanaan ini datang saat Kanada sedang berada di tengah ketegangan dengan Huawei serta krisis diplomatik dengan China. Terutama setelah ditahannya CFO Huawei Meng Wanzhou oleh otoritas Kanada atas permintaan Amerika Serikat.

Kanada sendiri saat ini masih mempertimbangkan untuk memblokir Huawei atau tidak dari pengadaan proyek 5G di negaranya.

Tiga dari lima negara yang menjadi rekan Kanada di kelompok intelijensi Five Eyes, yakni Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru, telah memblokir Huawei dari proyek 5G di negara mereka karena risau perusahaan teknologi tersebut menjadi mata-mata China.

Utusan China untuk Kanada, Lu Shaye, sebelumnya telah memperingatkan Kanada akan reaksi negatif jike pemerintahan Justin Trudeau memutuskan untuk memblokir Huawei dari proyek pengadaan 5G di negaranya.

Penahanan Meng Wanzhou juga berbuntut panjang usai beberapa warga negara Kanada ditahan otoritas China. Beberapa minggu lalu seorang warga negara Kanada, Robert Lloyd Schellenberg, dituntut hukuman mati usai sidang ulang terkait kasus penyelundupan narkoba.

(vim/krs)