Menu

Usai Akuisisi, Go-Jek Kolaborasikan Go-Pay dengan Coins.ph

0 Comment

Jakarta – Setelah mengumumkan akuisisinya terhadap salah satu perusahaan fintech asal Filipina, Coins.ph, Go-Jek berupaya memperluas akses pembayaran nontunai Go-Pay lewat kolaborasi yang dijalankan dengan Coins.ph.

Founder dan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim mengungkapkan dengan populasi terbesar kedua dan ekonomi domestik yang kuat, Filipina merupakan salah satu pasar paling menarik di Asia Tenggara.

“Kemampuan untuk mendukung wirausaha fintech lokal seperti Coins.ph yang memiliki ambisi yang sama untuk memberdayakan masyarakat, selalu menjadi bagian dari semangat kami untuk bertumbuh. Pengumuman ini menandai dimulainya komitmen jangka panjang kami untuk Filipina dan kelanjutan misi kami menggunakan teknologi untuk meningkatkan kehidupan sehari-hari dan menciptakan dampak sosial yang positif,” ungkap Nadiem Makarim, dalam keterangan tertulis Kamis (24/1/2019).



Di Filipina Coins.ph memiliki layanan keuangan termasuk airtime seluler, pengiriman uang, dan pembayaran tagihan melalui ponsel. Mereka juga mampu meningkatkan basis pelanggannya menjadi lebih dari 5 juta dalam waktu kurang dari 5 tahun, serta memproses lebih dari 6 juta transaksi per bulan (per Desember 2018).

“Ada banyak kesamaan antara konsumen Indonesia dan Filipina dalam hal perilaku jual-beli. Bersama Coins.ph kami berharap dapat mendapatkan kesuksesan yang sama dalam mengakselerasi pembayaran cashless di Filipina. Kami berharap dapat bekerja sama dengan tim Coins.ph dalam misi bersama membuat layanan keuangan tersedia untuk masyarakat Filipina dan untuk meningkatkan akses pada pembayaran digital yang akan mendorong terwujudnya masyarakat cashless,” ungkap CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo.

Sementara menurut Fonder dan CEO Coins.ph, Ron Hose pihaknya dan Go-Jek memiliki visi yang sama dalam mencapai kesuksesan di pasar masing-masing.

“Bersama-sama, kami memiliki peluang luar biasa. Dengan memanfaatkan sumber daya dan keahlian Go-Jek, kami dapat menawarkan akses, pilihan, dan kenyamanan bagi masyarakat Filipina. Kesuksesan ini tercapai karena kerja keras dan fokus untuk memenuhi kebutuhan pengguna kami,” ungkap Ron Hose.

Kedua perusahaan disebutkan akan bekerja untuk meningkatkan penggunaan dan memperluas akses ke pembayaran tanpa uang tunai dan layanan perbankan, serta memperdalam inklusi keuangan di Filipina. Ini juga selaras dengan aspirasi pemerintah Filipina untuk meningkatkan transaksi digital dari 1{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1} pada 2018 menjadi 20{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1} pada tahun 2020. (prf/krs)