Menu

Xiaomi Mau Gempur Pasar Afrika Tahun Ini

0 Comment

Jakarta – Setelah membuat Redmi menjadi sub-brand anyarnya, kini Xiaomi punya rencana baru dalam melebarkan sayapnya. Perusahaan asal China tersebut berniat untuk menggempur pasar Afrika tahun ini.

Mereka telah mengumumkan lahirnya departemen regional untuk wilayah Afrika dalam bagian ekspansi ini. Di sana, ia akan menghadapi Samsung dan Huawei yang termasuk nama-nama besar di sana.

Walau demikian, ada satu nama sebenarnya yang mungkin bisa dibilang ‘penguasa’ di sana. Ia adalah Transsion Holding.


Mungkin namanya terdengar asing di telinga, namun perusahaan yang berbasis di Shenzen, China, punya tiga merk ponsel sekaligus. Infinix bisa dibilang yang cukup diketahui, sedangkan dua sisanya adalah Tecno dan Itel.

Xiaomi Mau Gempur Pasar Afrika Tahun IniFoto: GSM Arena

Berdasarkan data dari IDC, pada Kuartal III 2018 lalu, Transsion menguasai unit share di Afrika sebesar 34,9{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1}. Menyusul di belakang ada Samsung dan Huawei dengan unit share masing-masing 21,7{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1} dan 10,2{9a36a2683a5c74a57159b6cec66c99108add3fe5569e8da23f0c803a1d6eaec1}.

Sejatinya, ini bukan pertama kalinya Xiaomi menginjakkan kakinya di tanah Afrika. Mereka sempat meluncurkan sejumlah smartphone di Nigeria.

Menariknya, salah satu lini milik vendor asal Negeri Tirai Bambu tersebut, yaitu “Mi”, mirip dengan pembuat ponsel asal Afrika Selatan bernama “Mi-Fone”. Hal ini bahkan sempat membuatnya dilarang berjualan produk yang mengatasnamakan “Mi”, walau akhirnya mereka mendapat izin untuk kembali menjualnya.

Meski demikian, produk yang tersedia di NIgeria terbilang sedikit. Beberapa di antaranya adalah Redmi Note 5A, Redmi Note 5, serta Redmi 6A. Bahkan, tidak ada layanan purnajual di sana.

Menarik untuk ditunggu bagaimana kiprah Xiaomi di Afrika nantinya. Sekadar info, Xiaomi African Regional Department akan dipimpin oleh Wang Lingming, sebagaimana detikINET kutip dari GizmoChina, Senin (21/01/2018). (mon/afr)