Menu

Zuck Tulis Artikel Opini untuk Bela Facebook

0 Comment

Jakarta – CEO Facebook Mark Zuckerberg terus berusaha untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap Facebook. Kali ini caranya dengan menulis sebuah artikel opini yang menjelaskan dan membela praktik bisnis Facebook.

Dalam artikel yang dipublikasikan di Wall Street Journal (WSJ), pria 34 tahun itu membeberkan hal yang disebutnya sebagai ‘fakta mengenai Facebook’. Isinya adalah nilai-nilai yang dianut Facebook dalam menjalankan bisnisnya, juga keuntungan yang didapat dari iklan di Facebook serta model bisnis berbasis data untuk pengguna dan bisnis.

Artikel ini dibuat Zuck setelah jejaring media sosial miliknya itu dipantau secara ketat selama berbulan-bulan terkait penggunaan data pengguna oleh Facebook karena berbagai skandal yang menyelimuti jejaring tersebut.

“Jika kami berkomitmen untuk melayani semua orang, maka kami membutuhkan layanan yang terjangkau oleh semua orang. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menawarkan layanan secara gratis, yang bisa terwujud karena ada iklan,” tulis Zuck.
Dalam artikel tersebut, Zuck menyebut ada banyak kesalahpahaman mengenai cara Facebook beroperasi. Salah satunya adalah anggapan kalau Facebook menjual data penggunanya.

“Kami tidak menjual data pengguna, sekalipun banyak yang menuduh kami melakukan hal itu,” tulisnya.

Facebook pun, menurut Zuck, tidak membagikan konten clickbait, atau dengan sengaja membiarkan konten berbahaya beredar demi meningkatkan engagement, demikian dikutip detikINET dari Business Insider, Minggu (27/1/2019).

Zuck mengklaim kalau Facebook hanya sedikit mengumpulkan data pengguna, yaitu hanya data yang diperlukan untuk iklan. Data tersebut menurut Zuck penting untuk dikumpulkan agar Facebook bisa beroperasi.

“Tak diragukan lagi kami memang mengumpulkan sejumlah informasi untuk iklan – namun informasi tersebut secara umum penting untuk keamanan dan mengoperasikan layanan kami juga. Contohnya, perusahaan biasanya menaruh kode di dalam aplikasi dan situsnya jadi ketika seseorang mencoba untuk membeli sebuah barang, mereka bisa mengirimkan pengingat untuk menyelesaikan pembelian itu. Namun jenis sinyal ini juga penting untuk mendeteksi penipuan atau akun palsu,” tulis Zuck.

Secara umum, tak banyak hal baru yang diungkap Zuck dalam tulisannya itu. Bahkan, pernyataan yang menyebut Facebook tak menjual data pengguna itu adalah hal yang sudah sering diungkap Zuck ketika ia dipanggil anggota kongres Amerika Serikat untuk memberikan testimoninya pada 2018 lalu.

Biasanya Zuck menggunakan akun Facebook pribadinya untuk mempublikasikan tulisan semacam ini. Namun kini ia ‘naik kelas’ dengan memilih WSJ yang dianggap sebagai surat kabar premium yang berfokus pada bisnis dan mempunyai pembaca yang berpengaruh, seperti investor dan politisi.

WSJ dianggap mempunyai pembaca yang ‘terpilih’ karena situsnya yang berbayar, dibandingkan Facebook yang mempunyai pengguna aktif bulanan hampir 2,3 miliar orang. Meski artikelnya itu juga tetap dipublikasikan di laman Facebook pribadinya. (asj/asj)